Postingan

Contoh Metode Pengajaran Bahasa Arab

Gambar
Contoh Metode Mengajar Bahasa Arab Saya akan menulis ulang contoh metode pengajaran pelajaran Bahasa Arab. Metode ini saya ambil dari buku Ringkasan Kaidah-Kaidah Bahasa Arab yang penulisnya adalah Ustadz Aunur Rafiq Bin Ghufran. Tulisan ini saya dedikasikan untuk pengajar Bahasa Arab. Yang perlu diingat, ini hanyalah satu metode dari banyak metode mengajar bahasa Arab. Saya tulis ulang di blog ini adalah sebagai contoh alternatif metode yang sudah dipraktekkan dan Alhamdulillah berhasil diterapkan di salah satu pondok pesantren. Jika sobat ingin membaca dengan lengkap dan detil, silakan beli dan baca bukunya langsung. Pelajaran Bahasa Arab Belajar bahasa Arab sebenarnya tidak sulit, asalkan bersabar melewati tahapan-tahapan mulai dari dasar sampai ke tingkat yang mahir. Mengapa butuh kesabaran? Karena ia perlu hafalan yang kuat (menghafal kaidah-kaidah dasar bahasa Arab) yang saling berkaitan antara satu kaidah dengan kaidah yang lain. Tips Belajar & Mengajar Bahasa Arab agar suks...

Murajaah Pelajaran Durusul Lughah 1 Bab 21

Gambar
Alhamdulillah, kita telah mengulang pelajaran sampai pelajaran ke 20. Sekarang kita murajaah pelajaran ke 21. Pada pelajaran ini, tidak ada materi atau kaidah nahwu yang baru, melainkan hanya pengulangan teori dan kaidah nahwu yang sudah dipelajari dari bab 1 sampai bab 20. Lihat gambar yang berisi cerita pada pelajaran durusul lughah 1 bab 21. Perhatikan yang distabilo kuning. Yang ditandai warna kuning berarti adalah contoh penerapan kaidah nahwu yang telah dipelajari sebelumnya. Sekarang saya akan coba tuliskan poin-poin kaidah nahwu yang kita telah pelajari dari awal sampai pelajaran 20, kemudian saya tulis contoh penerapannya yang ada dalam teks pelajaran 21. Daftar teori atau kaidah nahwu yang telah dipelajari dari kitab Durusul Lughah 1 1. Isim isyarah jarak dekat untuk mufrad mudzakkar. Contoh: - هَذَا فَصْلُنَا = hadzaa fashlunaa = ini kelas kami. - هَذَا مُحَمَّدٌ = haadzaa muhammadun = ini Muhammad. 2. Isim isyarah jarak dekat untuk mufrad muannats. Contoh: - هَذِهِ مَدْرَسَ...

Summary Pelajaran Bab 19 & 20 Durusul Lughah 1 : 'Adad & Ma'duud

Gambar
Pelajaran ke 19 dan ke 20 pada kitab Durusul lughah jilid 1 sama materinya. Oleh karena itu saya tulis dalam satu tulisan di blog ini. Materi pelajarannya adalah tentang aturan/kaidah 'adad dan ma'dud (isim dan jumlah bilangannya). Perbedaan antara pelajaran 19 dan 20 pada kitab Durusul lughah 1 adalah: - Pelajaran 19: ma'dud adalah isim mudzakkar. - Pelajaran 20: ma'dud adalah isim muannats. Pada dua bab di atas, materinya masih pada bilangan 3 sampai 10. Untuk bilangan selanjutnya, akan dipelajari pada pelajaran yang akan datang. Kaidah 'adad dan ma'duud mudzakkar untuk bilangan 3 sampai 10 1. Yang digunakan sebagai patokan mudzakkar atau muannatsnya adalah ketika isim tersebut mufrad. 2. Ketika sudah mengetahui isim tersebut adalah mudzakkar, maka 'adad berbentuk muannats. 3. Terakhir, ma'duud diubah kedalam bentuk jamak dan kondisinya adalah majruur. Contoh penerapannya  1. Seorang siswa, bahasa Arabnya = طَالِبٌ (thaalibun). Jika kita ingin mengata...

Ringkasan Pelajaran Durusul Lughah 1 Bab 18

Gambar
Ringkasan pelajaran ke 18 dari kitab durusul lughah jilid 1 akan saya tuliskan dalam bentuk poin poin penting, seperti halnya catatan pelajaran sebelumnya. Materi pelajaran apa saja dari kitab durusul lughah 1 bab 18 yang diringkas dalam tulisan ini? 1. Materi penting yang dipelajari pada pelajaran ini adalah tentang mutsannaa (dual), yaitu: a. Bentuk isim mutsanna. b. Isim isyarah untuk mutsanna. 2. Bab ini juga menjelaskan tentang arti dan penggunaan كَمْ (kam) , yaitu salah satu isim istifham yang menanyakan tentang jumlah. الْمُثَنَّ  (al-mutsanna) Di dalam bahasa Arab penggolongan jumlah noun (isim) tidak seperti bahasa Inggris yang hanya mengenal dua jenis yaitu singular (mufrad) dan plural (jamak). Pada bahasa Arab penggolongan jumlah benda terbagi tiga, yaitu mufrad (tunggal), mutsanna (dual), dan jamak. Jika isim ditulis atau disebutkan dalam bentuk الْمُثَنَّ berarti jumlah isim tersebut adalah dua. Bentuk mutsanna untuk isim 'aaqil dan ghairu 'aaqil adalah sama,...

Catatan Pelajaran 16 & 17 Kitab Durusul Lughah Jilid 1

Gambar
Pada pelajaran 16 dan 17 dalam kitab Durusul lughah jilid 1 ini, materinya adalah: a. الْمُبْتَدَأُ  (al-mubtada') dan الْخَبَرُ (al-khabaru). b. Wazan jamak isim ghairu 'aqil c. Isim isyarah untuk isim jamak ghairu 'aqil. Sekarang kita mulai kupas satu persatu. Pengertian & Penjelasan tentang الْمُبْتَدَأُ  (al-mubtada') dan الْخَبَرُ  (al-khabaru). 1. Mubtada' adalah isim yang terletak di awal kalimat. 2. Khabar adalah isim yang terletak setelah mubtada' yang dapat memberikan sebuah makna yang sempurna/berfaidah. Contoh kalimat yang terdiri dari dari isim mubtada' dan khabar 1. هَذَا كِتَابٌ = hadzaa kitaabun = ini adalah buku. هَذَا  adalah mubtada' كِتَابٌ adalah khabar. 2. الْبَابُ مُغْلَقٌ = al-baabu mughlaqun = pintu itu tertutup. الْبَابُ adalah mubtada'. مُغْلَقٌ adalah khabar. 3. هُوَ مُجْتَحِدٌ = huwa mujtahidun = dia rajin. هُوَ adalah mubtada' مُجْتَحِدٌ  adalah rajin. الإِشَارَةُ إِلَى جَمْعِ غَيرِ الْعَاقِلِ (al-isyaaratu ila...

Tashrif Lughowi & Istilahi untuk Fi'il رَأَى (ra-aa)

Gambar
Kata kerja "melihat" dalam bahasa Arab ada lebih dari satu, yaitu رَأَى  (ra-aa), شَهِدَ (syahida), نَظَرَ (nazhara), dan lainnya. Dalam catatan hari ini, saya akan menuliskan satu fi'il saja yang akan dijadikan pembelajaran dan latihan men-tashrif, yaitu fi'il رَأَى  (ra-aa). Seperti pada catatan sebelumnya, saya akan menuliskan tabel tashrif lughowi untuk fi'il madhi, fi'il mudhari, dan fi'il amr. Kemudian saya juga tulis tabel tashrif istilahi untuk kata kerja di atas. Penjelasan tentang رَأَى  (ra-aa) 1.    رَأَى  (ra-aa) artinya adalah : melihat. 2. Persamaan kata ra-aa adalah : a. نَظَرَ (nazhara) , artinya: melihat. b. بَصُرَ (bashura), artinya: melihat. c. تَأَمَّلَ (ta-ammala), artinya: memperhatikan. Dan masih banyak lagi. 3. Lawan kata  رَأَى  (ra-aa) adalah : a. أَغْفَلَ  (aghfala), artinya: mengabaikan/tidak memperhatikan. b. عَمِيَ ('amiya), artinya: buta/tidak melihat. Tashrif istilahi رَأَى   (ra-a) 1. (الماضي ) fi...

Materi Pelajaran Durusul Lughah 1 Bab 15 - Summary Per Poin

Gambar
Pada pelajaran ke lima belas, materi pelajarannya masih berkisar tentang dhamiir, terutama dhamir mukhaathab. Ada juga pengulangan materi huruf kaf yaitu kaaf mukhaathab. Dibahas juga konsep tentang dhamir munfashil dan dhamir muttashil. Sebagai tambahan materi pelajaran bab ini, dikupas juga tentang zharaf zamaan (keterangan waktu), yang pada bab ini hanya dijelaskan dua zharaf zaman yaitu qabla (  قَبْلَ ) dan ba'da (بَعْدَ). Materi Pelajaran Durusul Lughah 1 Bab 15 1. ضَمِيْرٌ لِلْمُخَاطَبِ الْمُفْرَدِ الْمُذَكَّرِ Dhamiir lil mukhaathab al-mufrad al-mudzakkar = kata ganti orang kedua tunggal mudzakkar. Dalam bahasa Indonesia: kamu Dalam bahasa Arab :  أَنْتَ  (anta). Kaidah: Setelah dhamir ini, isim harus berbentuk sama yaitu mudzakkar dan mufrad (tunggal). Contoh: أَنْتَ طَالِبٌ  = anta thaalibun, artinya kamu adalah siswa. أَنْتَ مُدَرِّسٌ  = anta mudarrisun, artinya kamu guru. 2. ضَمِيْرٌ لِلْمُخَاطَبِ الْمُفْرَدِ الْمُؤَنَّثِ Dhamiir lil mukhaathab al-mu...